6 Cara Ampuh Menghilangkan Komedo



Komedo merupakan penyumbatan yang terjadi pada pori-pori kulit hingga muncul benjolan kecil yang berwarna putih yang dimaksud whitehead dan yang berwarna hitam di kenal sebagai blackhead, pada daerah sekitar kulit atau wajah anda. Namun sering juga ada komedo juga berwarna agak kekuningan-kuningan. Biasanya tujuan paling utama timbulnya komedo adalah di wajah, hidung dan seputar mata. Komedo dapat juga berkembang jadi jerawat, yang di kenal juga sebagai papul atau pustule. Komedo secara umum biasanya nampak dan berkembang pada saat dan sesudah anda masuk masa pubertas, ketika kandungan hormon membuahkan sebum secara berlebihan.

Sebum yang fungsinya untuk melembabkan kulit anda mengalir keluar dari pori-pori yang terbuka. Kadang-kadang keluarnya sebum berlangsung penyumbatan serta pada saat itu juga bakteri mulai menumpuk. Untuk anda yang alami permasalahan ini janganlah cemas untuk mencari solusinya karena di sini bakal di terangkan tentang cara menyingkirkan komedo secara alami. Memanglah cara ini kelihatannya sangatlah mudah dan juga murah, namun tunggulah dahulu janganlah langsung menilainya dari luarnya saja, manfaat dari bahan alami ini mempunyai kandungan didalamnya yang sangatlah ampuh serta hasilnya juga tidak akan mengecewakan anda. Mungkin saja anda butuh mempunyai kesabaran yang lebih ekstra untuk lakukan cara ini lantaran ini bukanlah cara yang instant dan cepat, karena nanti diperlukan kedisiplinan anda dalam menerapkannya untuk memperoleh hasil yang optimal.


Di bawah ini ada 6 langkah alami untuk menyingkirkan komedo yang bisa anda kerjakan dirumah tanpa harus pergi ke dokter ataupun klinik kecantikan. Dan di bawah ini adalah penjelasannya :

Gel Lidah Buaya
Langkah pertama untuk menyingkirkan komedo dengan cara alami yakni dengan memakai gel lidah buaya yang sangatlah berkhasiat untuk menangani komedo anda. Langkahnya sangatlah mudah yakni cukup anda siapkan 1 batang lidah buaya, lantas diiris menjadi dua bagian. Ambillah lendir atau gelnya lalu berikan pada ruang hidung ataupun wajah anda yang berkomedo. kerjakan langkah tersebut secara teratur 1-2 kali dalam satu hari hingga komedo anda tak tidak terlihat lagi. Bila gel yang dihasilkan dirasa kurang, anda dapat juga memblender manjadikannya juga sebagai juice dari potongan lidah buaya tersebut .


Pepaya
Buah pepaya telah kita kenali bakal khasiatnya juga sebagai perawatan kecantikan kulit wajah. Satu diantara kelebihan dari buah pepaya yakni untuk menangani komedo. Langkahnya cukup gampang, pertama-tama buat masker papaya. Jus potongan buah papaya seperlunya hingga jadi bubur dan kemudian berikan pada sekitar wajah yang ada komedo secara rata. Biarlah beberapa waktu lalu basuh dengan air bersih. Anda bisa lakukan langkah tersebut ketika bangun pada pagi hari dan sebelum tidur malam.

Uap Air Panas
Anda biasa memasak air? Manfaatkanlah uap air panasnya untuk menghilangkan komedo anda. Supaya cara ini dapat lebih efektif lagi, tambahkan sedikit garam pada rebusan air tersebut, kemudian tunggu sampai mendidih, setelah mendidih uapi wajah atau area yang berkomedo selama 5-10 menit. Untuk lebih maksimal lagi, tutup kepala anda dengan menggunakan handuk, lalu duduk dan hadapkan wajah anda pada baskom yang berisi air panas tadi. Metode ini juga sangat bagus untuk memperlancar peredaran darah dan meredakan batuk flu.

Odol
Odol kan bukan produk kecantikan? Iya memang betul, odol bukan produk kecantikan. Saya juga belum pernah mencobanya, tetapi dari informasi yang saya dapatkan dari FemaleDaily (ini sebuah forum cewek yang paling OK menurut saya), banyak yang mengatakan kalau salah satu cara untuk menghilangkan komedo dengan menggunakan odol cukup berhasil! Jadi, saya masukkan caranya di sini supaya anda juga dapat membuktikannya.
Caranya, Bersihkan wajah anda dengan menggunakan air hangat, lalu campur sedikit pasta gigi merek apa saja kemudian tambahkan garam secukupnya. Oleskan ke bagian wajah anda yang ada komedonya. Selanjutnya gosok secara perlahan-lahan menggunakan sikat gigi khusus (yang bulu sikatnya lembut). Lakukan cara ini kurang lebih 5-7 menit lalu bilas wajah anda dengan air bersih.

Jus Lemon
Cara alami menghilangkan komedo selanjutnya yaitu dengan menggunakan jus lemon atau jeruk nipis. Lemon sangat efektif dalam menghilangkan minyak yang berlebih pada wajah anda. Caranya yaitu cukup siapkan jus lemon, lalu campurkan dengan minyak almond dan gliserin. Campurkan ketiga bahan tersebut menggunakan blender. Setelah itu oleskan pada wajah yang berkomedo secara merata, tunggu sampai 10 menit lalu bilas menggunakan air yang bersih. Cara ini juga ampuh untuk menghilangkan noda-noda atau flek hitam pada wajah anda.

Putih Telur
Untuk cara yang satu ini, cukup siapkan sebutir telur kemudian ambil bagian putih telurnya saja untuk mengatasi masalah komedo anda. Caranya yaitu dengan balurkan putih telur (anda juga dapat menambahkan satu sendok madu) pada wajah yang ada komedonya atau hidung anda secara merata, lalu diamkan selama 25-30 menit hingga mengering. Selanjutnya basuh muka anda menggunakan air hangat.

Merendam Daging Beku di Air Ternyata Cara yang Salah, Yuk! Ikuti Cara Benarnya


Sebagian besar ibu-ibu dirumah sering mengawetkan daging atau ikan dengan memakai freezer.

Tetapi saat daging telah beku, jadi jalan yang dipilh untuk mencairkannya yaitu dengan menaruhnya didalam wadah yang diisi air. Nyatanya, langkah tersebut salah besar!

Mencairkan daging yang beku akibat disimpan didalam freezer kurun waktu lama, dengan cara menaruhnya didalam air memanglah adalah satu diantara langkah paling cepat menyingkirkan kandungan es yang ada di daging.

Menurut Readerdigest seperti dilansir dari muslimahzone. com, dengan menyimpan didalam air jadi titik cair pada daging tidak akan bekerja dengan optimal, terlebih nutrisi dan kandungan gizi yang ada didalam daging bakal menghilang, terutama larutannya bakal masuk ke dalam air.


Diluar itu, factor suhu pada suhu dingin yang ada di daging dengan suhu didalam air tentu telah berbeda.

Perbedaan suhu inilah yang bakal mempercepat kandungan nutrisi dan gizi yang ada di daging jadi menghilang.

Lantas, bagaimanakah teknik pencairan yang benar?

Pencairan daging beku mesti dilakukan dengan cara perlahan, yakni dengan menyimpan daging beku ke wadah lalu biarlah seluruh kandungan es batu yang ada didalam daging mencair dengan sendirinya.

Keadaan yang hangat, tanpa ada bahan yang lain bakal mendorong dengan cepat sistem mencairnya es yang ada pada daging. Bahkan juga janganlah melepas pembungkus daging saat ingin mencairkan dagingnya.

Biarlah hingga pembungkusnya longgar, saat telah mencair semua maka buang cairan yang ada didalam wadah, lalu buka pembungkusnya.

Setelah suhu dingin yang ada di daging sudah menghilang, lalu cucilah dagingnya dengan air karena ini bakal bikin beberapa sel didalam daging akan menyatu kembali.

Permainan Tradisional Minangkabau yang Mulai Terlupakan


Bicara soal budaya, ia tidak bisa dititik beratkan hanya pada satu aspek saja. Ia meliputi banyak hal mengenai kehidupan hingga hal-hal kecil di sekitarnya. Jika pembahasan kita kerucutkan pada budaya Minangkabau, maka semua hal simbolik seperti rumah gadang dan lain sebagainya adalah budaya. Adat istiadat yang berlaku adalah budaya. Norma dan falsafah yang dianut adalah budaya. Kebiasaan anak lelaki Minang merantau juga merupakan budaya. Hingga hal seperti permainan tradisional yang melengkapi daftar panjang budaya suatu kaum.

Bicara soal permainan tradisional, setiap suku di setiap daerah pastilah memiliki suatu permainan yang khas, di alam Minangkabau begitu pula. Ada banyak sekali permainan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Dari sekian banyak permainan tradisional itu, Sumbar.co akan membahas 5 permainan tradisional Minangkabau yang mulai terlupakan seiring bergesernya budaya dan gaya hidup masyarakat Minang itu sendiri. Beberapa dari permainan di bawah ini barangkali pernah kamu lakukan namun sangat jarang ditemukan di zaman sekarang ini.

Cak Bur


Cak Bur adalah salah satu permainan tradisional Minangkabau yang sering dilakukan oleh kanak-kanak, nama lain dari permainan ini adalah galah panjang. Alasan kenapa sampai diberikan nama “Cak Bur” adalah karena pada permainan para pemain harus mengucapkan “Cak” dan “Bur”. Dimainkan oleh dua tim dalam satu arena yang disebut gelanggang, biasanya dibuat dengan menarik garis di atas tanah dengan ukuran sekitar 2×2 meter yang dibagi lagi menjadi beberapa kotak, namun ukuran tersebut tidak baku melainkan dapat disesuaikan. Dua tim yang bermain akan bertarung memiliki jumlah anggota yang sama. Satu tim berperan sebagai penjaga dan satu tim lagi sebagai pemain. Tugas tim sebagai pemain adalah melewati kotak-kotak yang ada hingga sampai ke ujung dan kembali lagi ke awal tanpa boleh tersentuh oleh para penjaga. Permainan dimulai dengan mengucapkan “Cak” oleh penjaga garis paling depan dan diakhiri dengan ucapan “Bur” oleh pemain yang berhasil melewati arena yang menandakan kemenangannya. Permainan diulang hingga semua anggota tim berhasil lolos, namun ketika tersentuh maka tim tersebut harus bergantian jaga.

Sipak Tekong

 
Apakah dunsanak pernah merasakan serunya bermain sipak tekong? Sipak berarti sepak dan tekong berarti wadah kaleng. Permainan tradisional Minang satu ini adalah sebentuk permainan petak umpet namun ada yang menjadi ciri khasnya, para pemain yang telah lebih dahulu tertangkap bisa diselamatkan. Satu orang menjadi penjaga dan yang lain bersembunyi. Sebuah tekong diletakkan pada sebuah garis lingkaran. Penjaga bertugas mencari teman-temannya yang bersembunyi, ketika ditemukan si penjaga harus menyebutkan nama yang bersangkutan dan menyentuh tekong sembari bersorak “sipak tekong”. Jika hal tersebut tidak dilakukan, orang yang bersembunyi tadi dapat bersembunyi kembali dengan menyepak tekong keluar dari lingkaran sebelum penjaga menyentuhnya. Ketika sudah banyak yang tertangkap, mereka dapat bersembunyi kembali saat ada teman menyelamatkan mereka dengan menyepak tekong keluar dari lingkaran setelah berhasil mengibuli si penjaga.

Patok Lele

 
Permainan tradisional yang satu ini memang tidak bisa diklaim sebagai milik Minangkabau sendiri, permainan ini adalah milik bersama karena telah tersebar ke seluruh Indonesia. Untuk bermain patok lele, kita membutuhkan 1 kayu kecil sepajang lengan, 1 kayu sepanjang jengkal dan satu lubang yang dibuat di tanah. Cara bermainnya adalah dengan mencongkel dan memukul bilah kayu kecil dengan kayu panjang dengan berbagai macam gaya. Jarak pukulan dihitung dengan bilah kayu yang dipakai (mau besar atau kecil tergantung kesepakatan). Permainan dilakukan bergantian dengan akumulasi skor masing-masing pemain/tim. Pemain/tim yang menang akan mendapatkan hadiah berupa dikongkak atau digendong oleh pihak yang kalah (hadiah ini juga tergantung kesepakatan).

Badia Batuang

 
Rindu sekali rasanya, dengan masa-masa dulu di kala malam bulan Ramadhan kanak-kanak kerap berkumpul untuk menyalakan badia (bedil) atau meriam yang dibuat dari batuang (bambu besar). Meriam ini beramunisikan minyak tanah dengan menggunakan sumbu. Bambu terlebih dahulu dilubangi ujungnya dan lubang kecil sebelum pangkalnya. Cara bermainnya adalah menyulutkan api di lubang kecil sebelum pangkal badia batuang. Badia batuang akan mengeluarkan dentuman yang bunyinya khas. Selain dimainkan malam hari biasanya juga dimainkan ketika waktu sahur. Sekarang permainan badia batuang ini jarang ditemukan karena kanak-kanak lebih suka bermain petasan.

Sipak Rago

 
Sipak rago dalam Bahasa Indonesia disebut Sepak Raga, merupakan permainan anak nagari yang dulu sangat populer di wilayah Minangkabau. Konon banyak juga yang mengatakan sipak rago adalah asal-usul olahraga takraw, terlepas dari benar atau tidaknya, permainan sipak rago ini adalah permainan tradisional khusus laki-laki. Para pemain menggunakan bola dari anyaman daun kelapa atau kulit rotan yang dibuat dari tangan. Para pemain akan membentuk lingkaran dan menyepak-nyepak bola dari satu pemain ke pemain lain. Peraturannya bola tidak boleh mati alias terjatuh ke tanah. Perbedaan mendasar antara sipak rago dengan takraw adalah sipak rago tidak menggunakan jaring (net).

Kebanyakan permainan tradisonal Minangkabau menuntut para pemainnya untuk bergerak aktif, hal ini tentu bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan tubuh. Yang kami tuliskan di laman Sumbar.co ini hanyalah sekian dari banyaknya permainan tradisional Minangkabau yang mulai terlupakan semakin berkembangnya zaman. Sebelum permainan tradisional yang merupakan bagian dari budaya Minangkabau ini benar-benar hilang marilah kita menjaganya dengan mengingat dan melestarikannya. Sebab, saat kita telah melupakannya bukan tidak mungkin akan ada bangsa lain yang akan mengadopsi budaya kita sebagai bagian dari budaya mereka.

5 Budaya Minang yang Terancam Punah Ditelan Zaman

Minangkabau adalah satu dari ratusan suku di Indonesia yang sangat unik, pasalnya Minangkabau adalah satu-satunya suku yang menganut sistem matrilineal di Indonesia. Garis keturunan di Minangkabau ditarik berdasarkan keluarga ibu, satu yang sangat kentara dari sistem ini adalah pewarisan suku kepada anak menurut suku ibunya. Selain itu orang-orang Minangkabau juga dikenal dengan orang-orang yang tangguh. Sedari kecil mereka dibekali dengan ajaran silat dan fisik yang kuat sebagaimana falsafah adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah, yang artinya adat berdasarkan agama dan agama berdasarkan kitab Allah. Oleh karena itulah orang Minangkabau dikenal sebagai muslim yang taat dan mereka memiliki kegemaran untuk pergi merantau.
Namun sayang, perkembangan zaman dewasa ini memberi efek memprihatinkan terhadap kebudayaan nasional, termasuk budaya Minangkabau itu sendiri. Semakin lama eksistensi Minang semakin memudar saat banyak dari generasi muda yang mulai melupakan budaya mereka sendiri. Generasi muda kian tak acuh terhadap sejarah Minangkabau, tentang segala seluk beluknya hingga hal-hal unik yang ada di dalamnya. Mereka seperti malu akan budaya yang telah diwariskan oleh pendahulunya. Sebaliknya, mereka lebih peduli dengan budaya asing yang masuk dan bangga dengan budaya itu. Jika fenomena ini berkelanjutan bukan tidak mungkin suatu saat nanti budaya Minangkabau bisa punah. Setidaknya inilah 5 budaya Minangkabau yang terancam punah jika tidak diselamatkan oleh para pewarisnya.

Surau Sebagai Tempat Belajar dan Mengajar

 

Dalam adat Minangkabau surau memiliki peranan yang amat penting, terutama bagi kehidupan anak laki-laki. Dahulunya surau adalah tempat bujang-bujang Minang menghabiskan waktu senggangnya untuk belajar, baik itu belajar mengaji maupun belajar silat. Selain itu mereka juga diberikan tanggung jawab untuk mengajar anak-anak yang lebih muda dari mereka hingga tidak jarang mereka tidur di surau. Namun sayangnya kebiasaan ini sudah sangat jarang kita jumpai saat ini. Surau yang dulunya ramai sekarang sepi karena mamak dan pemuda lebih senang mengunjungi lapau (kadai) atau bahkan warnet dan tempat tongkrongan lainnya.

Rumah Gadang Sebagai Tempat Tinggal

Rumah Gadang adalah ikon Minangkabau, keberadaan Rumah Gadang bukan cuma sebatas landmark melainkan tempat bermukim keluarga besar. Hal yang unik dari arsitektur Rumah Gadang adalah memiliki 9 ruang dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada ruangan yang digunakan sebagai tempat tidur pribadi, kamar untuk anak yang baru menikah hingga ruangan untuk tempat tidur tamu. Sistem matrilineal yang dianut oleh orang Minangkabau membuat seorang lelaki yang baru menikah untuk tinggal di rumah keluarga sang isteri, saat itulah Rumah Gadang berfungsi. Namun sayang, saat ini Rumah Gadang malah beralih fungsi dan kerap kosong. Rumah Gadang baru akan berisi ketika diadakan pertemuan untuk menyelesaikan masalah, baik masalah antara anak dengan orangtua, suami dengan isteri, mamak dengan kemenakan serta masalah kaum lainnya. Rumah Gadang sudah tidak dijadikan tempat tinggal lagi. Tidak dapat dipungkiri pergeseran fungsi Rumah Gadang ini adalah karena zaman telah membuat bangunannya mulai rapuh namun setidaknya sebagai anak-anak Minang kita tidak boleh lupa dengan esensi dari keberadaan Rumah Gadang itu.

Baju Kuruang yang Sudah Dianggap Kuno dan Tidak Fashionable

Bagi kamu yang pernah belajar Budaya Alam Minangkabau (BAM) sewaktu di sekolah dulu barangkali sudah tidak asing dengan yang namanya baju kuruang. Ya, baju yang diklaim sebagai baju khas gadih Minang pada saat itu. Baju kuruang adalah baju yang longgar, tidak transparan, sopan serta menutupi tubuh dari leher hingga ke mata kaki. Baju kuruang akan semakin sempurna saat dilengkapi dengan tutup kepala seperti jilbab, selendang atau kerudung. Namun sayang, zaman sekarang ini, baju kuruang sudah dinilai kuno, tidak fashionable, panas serta sederet alasan lainnya.
Karakteristik baju kuruang adalah realisasi dari falsafah adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Baju kuruang sangat identik dengan baju khas muslimah karena budaya Minangkabau merupakan akulturasi (pertemuan) dari budaya Islam. Pakaian ketat, transparan dan tidak menutupi aurat bukanlah budaya dari orang Minangkabau melainkan budaya asing yang diserap dari luar. Fakta yang tidak bisa dibantah bahwa dewasa ini sangat jarang ditemukan perempuan Minang nyaman menggunakan baju kuruang, jangankan pemudi atau para gadih bahkan perempuan yang sudah menikahpun jarang dijumpai memakai baju kuruang ini.

Makan Bajamba, Duduk Bersila dan Bersimpuh


Salah satu dari budaya Minangkabau yang terancam punah oleh zaman lainnya adalah Makan Bajamba. Makan Bajamba adalah makan yang dilakukan bersama-sama dengan menggelar daun pisang sebagai alas makanan dan diletakkan nasi dan sambal di atasnya. Nasi dan sambal tersebut dimakan bersama-sama secara serentak. Adapun cara-cara makannya adalah dengan menggunakan tangan (tidak dengan sendok). Kaum laki-laki harus duduk secara bersila (baselo) sedangkan yang perempuan duduk bersimpuh (basimpuah). Budaya Makan Bajamba ini mulai hilang dan hanya dilakukan pada peristiwa-peristiwa penting. Yang lebih memprihatinkan adalah hilangnya budaya atau tata cara duduk yang benar yaitu baselo untuk laki-laki dan basimpuah untuk perempuan.

Kato Nan Ampek

Pakaian khas Minangkabau tahun 1900-an
Kato Nan Ampek bisa dikatakan sebagai undang-undang yang berlaku dalam komunikasi di Minangkabau. Ia terdiri dari kato mandaki, kato manurun, kato mandata serta kato malereang. Kato mandaki adalah tata cara berkomunikasi dengan orang yang lebih tua dengan hormat, sopan dan merendah. Kato manurun, dengan orang yang lebih muda dengan lembut dan penuh kasih sayang. Kato mandata, dengan orang yang sebaya atau seumuran. Serta Kato Malereang yang digunakan saat berkomunikasi dengan orang sumando. Zaman sekarang ini keempat aturan di atas sudah mulai kehilangan eksistensinya. Semuanya sudah mulai dicampur adukkan. Tak jarang orang Minang saat ini mulutnya lepas saja dengan para sumando. Tak jarang anak-anak muda yang tidak tahu sopan dan santun saat berbicara dengan orang yang lebih tua dan segala macamnya.

Perkembangan zaman memang tidak bisa dicegah namun kita tahu bahwa ada kata bijak yang mengatakan: bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menjaga budayanya. Budaya Minangkabau yang diwariskan secara turun temurun adalah aset yang amat sangat berharga sehingga perlu kita jaga. Jangan biarkan budaya-budaya kita terancam punah oleh zaman dan oleh para pewarisnya sendiri. Berbanggalah dengan budaya kita sendiri dengan cara melestarikannya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

12 Hal Terlarang Bagi Perempuan Minang

    Minangkabau adalah etnis yang unik, sebagai etnis/suku yang memegang paham matrilineal, Minangkabau meletakkan perempuan dalam posisi yang sangat istimewa. Di alam Minangkabau, perempuan amat sangat dihormati. Perempuan memiliki tempat dan hak suara di dalam kaum. Pendapatnya didengar, pertimbangannya diperlukan. Perempuan benar-benar mempunyai nilai. Jika kita larikan ke falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah penghormatan Minangkabau terhadap perempuan selaras dengan penghormatan syarak/agama Islam terhadap mereka, sebagaimana termaktubnya surat khusus bernama An-Nisa (perempuan) dalam kitabullah (Al-Qur’an).

     Keistimewaan yang diberikan kepada perempuan Minangkabau itu tentu harus diikuti dengan serangkaian usaha untuk menjaganya. Sebab, sesuatu yang istimewa adalah sesuatu yang terjaga dan dipelihara sebaik mungkin. Oleh karena itu, para pendahulu menetapkan aturan atau pendidikan terhadap anak-anak perempuan agar tetap menjaga keistimewaan mereka. Nuansa pendidikan itu disebut dengan sumbang, yang dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak pada tempatnya. Sumbang ini terdiri dari 12 poin yang bisa kita bahasakan sebagai 12 budaya terlarang bagi perempuan Minangkabau. Budaya dalam konteks ini berarti kebiasaan yang tidak boleh dilakukan oleh perempuan Minang demi menjaga warisan budaya dari para pendahulunya.

Sumbang Duduak

    Duduk yang sopan bagi perempuan Minang adalah bersimpuh, bukan bersila macam laki-laki, apalagi mencangkung atau menegakkan lutut. Ketika duduk di atas kursi duduklah dengan menyamping, rapatkan paha. Jika berboncengan jangan mengangkang.

Sumbang Tagak

    Perempuan dilarang berdiri di depan pintu atau di tangga. Jangan berdiri di pinggir jalan jika tidak ada yang dinanti. Sumbang berdiri dengan laki-laki yang bukan muhrim.

Sumbang Jalan

    Ketika berjalan, perempuan Minang harus berkawan, paling kurang dengan anak kecil. Jangan berjalan tergesa-gesa apalagi mendongkak-dongkak. Jika berjalan dengan laki-laki berjalanlah di belakang. Jangan menghalagi jalan ketika bersama dengan teman sebaya.

Sumbang Kato

    Berkatalah dengan lemah lembut, berkatalah sedikit-sedikit agar paham maksudnya, jangan serupa murai batu atau serupa air terjun. Jangan menyela atau memotong perkataan orang, dengarkanlah dulu hingga selesai. Berkata-katalah yang baik.

Sumbang Caliak

    Kurang tertib seorang perempuan Minang ketika suka menantang pandangan lawan jenis, alihkanlah pandangan pada yang lain atau menunduk dan melihat ke bawah. Dilarang sering melihat jam ketika ada tamu. Jangan suka mematut diri sendiri.

 

Sumbang Makan

    Jangan makan sambil berdiri, nyampang makan dengan tangan genggamlah nasi dengan ujung jari, bawa ke mulut pelan-pelan dan jangan membuka mulut lebar-lebar. Ketika makan dengan sendok jangan sampai sendok beradu dengan gigi. Ingat-ingat dalam bertambah (batambuah).

Sumbang Pakai

    Jangan mengenakan baju yang sempit dan jarang. Tidak boleh yang menampakkan rahasia tubuh apalagi yang tersimbah atas dan bawah. Gunakanlah baju yang longgar, serasikan dengan warna kulit dan kondisi yang tepat, agar rancak dipandang mata.

Sumbang Karajo

    Kerjaan perempuan Minang adalah yang ringan serta tidak rumit. Pekerjaan sulit serahkanlah pada kaum laki-laki. Jika kerja di kantor yang rancak adalah menjadi guru.

Sumbang Tanyo

    Jangan bertanya macam menguji. Bertanyalah dengan lemah lembut. Simak lebih dahulu baik-baik dan bertanyalah jelas-jelas.

Sumbang Jawek

    Ketika menjawab, jawablah dengan baik, jangan jawab asal pertanyaan, jawablah sekadar yang perlu dijawab tinggalkan yang tidak perlu.

Sumbang Bagaua

    Jangan bergaul dengan laki-laki jika hanya diri sendiri yang perempuan. Jangan bergaul dengan anak kecil apalagi ikut permainan mereka. Peliharalah lidah dalam bergaul. Ikhlaslah dalam menolong agar senang teman dengan kita.

Sumbang Kurenah

    Tidak baik berbisik-bisik saat tengah bersama. Jangan menutup hidung di keramaian. Jangan tertawa di atas penderitaan orang lain, apalagi hingga terbahak-bahak. Jika bercanda, secukupnya saja dan diagak-agak, agar tidak tersinggung orang yang mendengar. Jagalah kepercayaan orang lain, jangan seperti musang yang berbulu ayam.

    Keistimewaan tentu harus dijaga dengan usaha yang ekstra. Bagai berlian yang dikurung di etalase kaca anti pecah dan bergembok, tak sembarang orang bisa menyentuhnya. Perempuan Minangkabau sangat berharga, bahkan jauh lebih berharga dari berlian yang dicontohkan itu. Berharganya dan istimewanya mereka selaras dengan harga diri yang perlu mereka pertahankan dengan teguh. Sebab, ketika perempuan Minang bisa menjaga semua itu, ketika perempuan Minang mampu menjaga diri dari 12 sumbang yang telah dijelaskan di atas, dari situlah kecantikan sejati akan memancar dan kecantikan itu sampai kapanpun takkan pernah pudar.